Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan ISPA dan Batuk Biasa

ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyebabnya bisa virus, bakteri, atau paparan lingkungan yang memicu peradangan pada saluran napas.

ISPA sering disalahartikan sebagai batuk pilek biasa. Padahal, meski gejalanya mirip, keduanya punya perbedaan penting dari sisi keluhan, durasi, hingga dampaknya bagi tubuh. Kalau keliru mengenali, penanganannya pun bisa jadi tidak tepat.

Perbedaan ISPA dan Batuk Biasa Berdasarkan Gejala

Batuk pilek biasa umumnya bersifat ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas. Kondisi ini dapat disertai beberapa keluhan, seperti:

  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Batuk ringan
  • Bersin
  • Tenggorokan terasa tidak nyaman

Sementara itu, ISPA cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Batuk yang lebih sering dan menetap
  • Demam
  • Nyeri tenggorokan
  • Sesak napas atau napas berbunyi
  • Badan terasa lemas dan tidak enak badan

Pada beberapa kasus, ISPA juga dapat disertai nyeri dada atau dahak berwarna kuning kehijauan, yang dapat menandakan infeksi yang lebih serius.

Perbedaan ISPA dan Batuk Pilek Biasa Berdasarkan Durasi

Perbedaan lainnya dapat dilihat dari lama keluhan berlangsung. Batuk pilek biasa umumnya membaik dalam waktu 3–7 hari, dengan keluhan yang berangsur berkurang dari hari ke hari, dan sering kali dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Sebaliknya, ISPA dengan keluhan yang lebih berat dapat berlangsung hingga 1–2 minggu atau lebih, tergantung penyebab infeksi dan kondisi daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, gejalanya bisa menetap atau memburuk.

Perbedaan ISPA dan Batuk Pilek Biasa Berdasarkan Dampaknya

Batuk pilek biasa umumnya tidak menimbulkan dampak serius dan hanya menyebabkan ketidaknyamanan sementara, sehingga aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan meskipun terasa kurang nyaman.

Sebaliknya, ISPA dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko penularan ke orang sekitar, serta memicu komplikasi, seperti bronkitis atau pneumonia, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah. Oleh karena itu, ISPA tidak boleh dianggap sepele, terutama jika keluhannya semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Upaya Pencegahan ISPA dan Batuk Pilek Biasa

Pencegahan ISPA dan batuk pilek biasa dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Mencuci tangan secara rutin

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir membantu menghilangkan kuman penyebab infeksi. Kebiasaan ini penting dilakukan terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.

  1. Menggunakan masker saat diperlukan

Penggunaan masker dapat membantu mencegah penularan virus, terutama saat sedang sakit atau berada di tempat ramai. Masker juga melindungi saluran pernapasan dari paparan debu dan polusi.

  1. Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit

Menjaga jarak dengan orang yang sedang batuk pilek dapat menurunkan risiko penularan ISPA. Jika memungkinkan, hindari berbagi barang pribadi dengan orang yang sedang sakit.

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang baik membantu melawan infeksi penyebab ISPA. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.

  1. Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara

Asap rokok dan polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperparah gejala ISPA. Menghindari paparan tersebut membantu menjaga kesehatan paru-paru dan saluran napas.

  1. Melengkapi vaksinasi

Vaksin, seperti vaksin influenza, dapat membantu menurunkan risiko ISPA dan mencegah gejala yang lebih berat. Vaksinasi kini dapat dilakukan di rumah bersama LYFLINE, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah dan tetap merasa aman serta nyaman.

Dengan mengenali perbedaan ISPA dan batuk biasa sejak awal, Anda dapat lebih waspada dan menentukan langkah penanganan yang tepat agar kondisi tidak semakin memburuk.

Apabila Anda membutuhkan layanan kesehatan, seperti pemeriksaan laboratorium atau vaksinasi, kini semuanya bisa dilakukan dengan lebih praktis. LYFLINE menyediakan layanan cek lab dan vaksinasi di rumah, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah dan tetap merasa aman serta nyaman.

References:

Cleveland Clinic (2025). Cough. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17755-cough

Cleveland Clinic (2025). Upper Respiratory Infection (URI). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4022-upper-respiratory-infection

Johns Hopkins Medicine. Upper Respiratory Infection (URI or Common Cold). https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/upper-respiratory-infection-uri-or-common-cold

National Health Service UK. Respiratory tract infections (RTIs). https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/

Liao, S. WebMD (2024). Cough Hacks: How to Find Relief. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cough-get-rid-home-hacks 

Reservation Form

Send us a message via Whatsapp or fill the reservation form below. Our team will respond to you during business hours.